Teknik Statistik Korelasional


Statistik berdasarkan tujuannya ada statistik deskriptif yang hanya bertujuan menggambarkan data dari sejumlah sampel, dan statistik inferensi yang bertujuan untuk menarik kesimpulan dari sampel dan kemudian digeneralisasikan ke populasi. Sementara statistik inferensi sendiri apabila ditinjau dari hipotesisnya ada hipotesis asosiatif (uji hubungan) dan hipotesis komparatif (uji perbedaan). Berikut ini adalah paparan tentang statistik inferensi untuk uji hipotesisi asosiatif baik yang untuk statistik parametrik maupun yang non parametrik. Dan perlu diingat bahwa statistik adalah sebuah alat dan bukan suatu tujuan, sehingga belajar statistik mulailah dari mengetahui kapan teknik statistik tersebut dapat dipakai, baru selanjutnya belajar bagaimana cara memakainya.

Korelasi Product Moment Pearson

Korelasi Spearman

Korelasi Phi dan Point Biserial

Korelasi Ganda dan Korelasi Partial

Regresi Sederhana dan Regresi Ganda

About these ads

23 Responses to “Teknik Statistik Korelasional”

  1. AHMAD RAUD JUPPAKAL Says:

    Assalamualaikum…
    Bolehkhah tuan jelaskan secara terperinci kepada saya takrifan kolerasi, ciri-ciri untuk mengenalpastinya dan kelemahan serta kelebihannya.

  2. AHMAD RAUD JUPPAKAL Says:

    …… sambungan … Maaf, sebenarnya korelasi bukan kolerasi

  3. samianstats Says:

    Statistik inferensi itu kan ada yang parametrik dan non parametrik. yang parametrik mempunyai syarat beberapa asumsi yg harus terpenuhi, diantaranya adalah data interval/rasio, berdistribusi normal, probability sampling, dll. sedangkan yang non parametrik bisa untuk semua data dan tidak harus memenuhi syarat asumsi di atas. kelebihan parametrik dibandingkan dengan non parametrik itu terletak pada kekuatan generalisasinya. parametrik lebih kuat untuk digeneralisasi.
    Di bawah ini merupakan ciri-ciri penggunaan korelasi sederhana

    Korelasi parametrik yang sederhana dan saya ketahui adalah korelasi product moment Pearson untuk jenis data variabel X dan Y interval atau rasio
    sedangkan yang non parametrik untuk korelasi sederhana adalah:
    1. Spearman atau Rank order untuk jenis data ordinal atau interval rasio yang tidak memenuhi asumsi parametrik seperti diatas, tapi data harus diubah dulu menjadi data ordinal.
    2. Korelasi Phi untuk jenis data variabel X nominal dan variabel Y nominal namun ini terbatas untuk tabel 2×2 yang maksudnya variabel X hanya dua kategori dan variabel Y juga hanya dua kategori
    3. Korelasi point biserial untuk jenis data variabel X nominal variabel Y interval rasio

  4. edi hendri m Says:

    Assalamu’alaikum wr.wbrkth.

    Smoga berlimpah-limpah anugrah Tuhan atas ilmu yang bapak sebarkan. mohon diperjelas cara uji hipotesis korelasi signifikan dan tdk signifikan. serta kaitannya dengan koefesien determinasi. Tnk’s

  5. samianstats Says:

    Assalamu’alaikum wr.wbrkth.

    Thanks mas Edi atas commentnya. untuk mengetahui koefisien korelasi itu signifikan atau tidak, mas Edi harus membandingkannya dengan koefisien korelasi tabel. misalnya koefisien korelasi pearson r hasil perhitungan -0,46 maka untuk tahu itu kita harus cari r tabel untuk sampel penelitian N tertentu dan alpha yang kita tetapkan berapa, apakah 5% atau 1%. jika r hitung > atau = r tabel maka korelasinya signifikan. jika r hitung < r tabel maka koefisien korelasinya tidak signifikan. tanda +/- pada koefisien korelasi menunjukkan arah hubungan. tanda (+) berarti hubungan antara variabel X dan Y berbanding lurus yang bermakna jika variabel X semakin tinggi maka akan diikuti variabel Y yang semakin tinggi pula. tanda (-) pada koefisien korelasi bermakna hubungan antara variabel X dan Y berbanding terbalik atau jika variabel X semakin tinggi maka variabel Y semakin rendah. Sedangkan koefisien determinasi sebenarnya mirip dengan koefisien korelasi yang menunjukkan kuat lemahnya hubngan antara variabel X dan Y. Koefisien determinasi adalah r kuadrat. saya rasa gitu aja mas Edi, smoga bisa bermanfaat.

    Wassalam

  6. assalamualaikum. salam kenal mas. aku baru lulus statistik nich. hehehe. mohon bantuan untuk sharing ilmu.

  7. Assalamualaikum…
    Wah2… Makasih banyak neh.. Ilmunya bermanfaat buat saya…
    Semoga mendapatkan pahala yang berlimpah dari ALLAH SWT atas ilmunya…
    Makasih.. ^_^

  8. putri syazmin Says:

    assalamualaikum..
    tuan boleh tuan jelaskan kelemahan dan kekurangan regrasi dan kolerasi. terima kasih…

  9. amayadori Says:

    ass. wr. wb
    salam kenal mas. saya ingin bertanya, kalo untuk analisis multivariat bisa ga kita tetep pake statistik deskriptif&inferensial?
    kebetulan saya sedang mengerjakan bab 1 di fikom unpad.
    terimakasih atas jawabanya mas :)

  10. Assalamu’alaikum wr.wbrkth.

    pak, tlng jelaskan bagaimana cara mengubah data interval menjadi data ordinal bila ada data yang sama dari beberapa siswa??? kemudian cara menginterpretasikan indeks korelasi tata jenjang??
    Thx ats pnjlsnnyan smga sllu diberkati. Amin

  11. Ass. mas mu nanya klo menghitung koefisien korelasi data yg berskala interval, pnltn komparatif dgn teknik apa ya???mkch

  12. aslm,, pak mw ikutan tny juga… skripsi saya ttg hub iklim organisasi dgn OCB setelah uji normalitas,,, ternyata skala OCB distribusinya tidak normal,,, karena hal itu apakah harus menggunakan korelasi spearman??? dan jika hasil perhitungan korelasi signifikan di taraf 5% dan tidak signifikan ditaraf 1% itu gimana??? kira2 kenapa ya pak??? dan mempengaruhi hasl penelitiann g’???

    thx sblmny,, saya tunggu jwbnny…

  13. thak tgs aku udah beres
    kalau mau berbisnis internet buka aj:
    http://www.investama.biz/?id=CEPETKAYA

  14. Elan lantia Says:

    mas…korelasi Phi sama dengan korelasi koefisien ga? soalnya di buku Prof.DR. Sugiyono, dicari-cari tentang Phi ga ada…tp ada rumusnya yg mirip-mirip….makasih mas

  15. terimakasih atas sharing ilmunya.

  16. Pak, sebenarnya beda uji parametrik dgn non parametrik itu dimana ya?

  17. assalamu’alaikum. maaf mas mau tanya, untuk uji korelasi point biserial apakah mutlak x nominal dan y rasio? bisakah variabel x rasio dan y nominal menggunakan korelasi ini?
    terima kasih

  18. Owalah agek nemu web iki ^^.. Sinau maneh ah ^^

  19. Sore Pak, saya nia mahasiswi psi semester 1.
    saat ini nia lagi belajar tentang statistik korelasi dan nia kesulitan untuk mempelajarinya. Bolehkan nia mendapatkan slide power point dari pembahasan statistik korelasi yang telah Bapak buat ini untuk nia pelajari?
    Terima kasih Pak :)

    Salam
    nia

  20. ass…. pak minta bantuannya !!!! kalau mau menguji hipotesis yang mempunyai satu variabel independen dan dua variabel dependen, pakai analisis apa? dan rumusnya bagaimana?
    terima kasih atas bantuannya.

  21. mohon pencerahannya..
    apabila variabel X nominal dan variabel Y nominal, namun variabel Xterdiri dari beberapa item (8 item dalam penelitian saya), jika tidak bisa menggunakan uji phi, kira-kira uji apa yang dapat digunakan..?
    mohon bantuannya dan terima kasih.

  22. mau nanya nih,
    klo hasil analisis data negatif atau tidak valid itu artinya penelitian tidak berhasil atau gmana,,,???

  23. apa perbedaan antara korelasi point biseral dan korelasi biseral?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: